Jumat, 06 Januari 2017

Cinta, Rida, dan Maqam Lainnya


1. Cinta (al-mahabbah)
Al-Ghazali menyatakan, al-mahabbah adalah al-maqam sebelum rida. Kaum sufi mendasari ajaran mereka tentang cinta dengan Alquran, hadis, dan atsar. Kata hub disebut Alquran sebanyak 99 kali dalam berbagai bentuk kata, antara lain hubb dan yahibbu, sedangkan dalam kata al-mahabbah tidak digunakan Alquran. Makna al-mahabbah dalam tasawuf dapat dilihat dari ucapan kaum sufi. Misalnya Junaid al-Baghdadi menyatakan “cinta adalah masuknya sifat-sifat kekasih pada sifat yang mencintai (Ja’far, 2016: 79-80).

2. Rida (al-ridha)
Istilah rida berasal dari kata radhiyayardha, dan ridhawanan yang artinya senang, puas, memilih, persetujuan, menyenangkan, dan menerima. Dalam kamus bahasa Indonesia rida adalah rela, suka, senang hati, perkenan, dan rahmat. Kata rida dari berbagai bentuk disebut di dalam Alquran. Para sufi telah memberikan penegasan mengenai arti dari maqam terakhir yang mungkin dicapai oleh kaum sufi sebagaimana dijelaskan oleh sufi-sufi dari mazhab Sunni. Ibn Khaldun mengatakan bahwa rida adalah tenangnya hati dengan ketetapan (takdir) Allah Ta’ala dan keserasian hati dengan sesuatu yang dijadikan Allah Ta’ala (Ja’far, 2016: 81-83).
Rida adalah menerima qada dan qadar dengan ikhlas, membuang rasa benci dari hati sehingga yang tinggal didalamnya hanya perasaan senag dan bahagia. Merasa rida ketika menerima malapetaka (Abuddin Nata, 2000: 203).

3. Al-Maqam Lainnya

Sebagian sufi berpendapat bahwa setelah mencapai maqam rida, seorang salik masih dapat mencapai maqam seperti makrifat, dan menegaskan bahwa al-ridha bukan maqam tertinggi.  Sebagian sufi lain menghadirkan ajaran lain mengenai al-maqam tertinggi. Al-Hallaj mengenalkan paham al-hulul, Ibn ‘Arabi mengajarkan paham wahdah al-wujud yang dielaborasilebih lanjut oleh Mulla Shadra (Ja’far, 2016: 85). Dan juga lain sebagainya.


Daftar Pustaka :
1. Ja’far. 2016. Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoritis Dan Praktis Ajaran Kaum Sufi. Medan: Perdana Publishing.
2. Nata, Abuddin. 2000. Akhlak Tasawuf. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar