Jumat, 06 Januari 2017

Integrasi Dalam Ranah Aksiologi

Istilah aksiologi berasal dari bahasa Yunani, axios yang berarti nilai, dan logos yang berarti teori. Aksiologi merupakan teori nilai, investigasi terhadap asal, kriteria, dan status metafisik dan nilai tersebut. Menurut Bunnin dan Yu, aksiologi adalah studi umum tentang niali dan penilaian, termasuk makna, karateristik, klasifikasi nilai, serta dasar dan karakter pertimbangan nilai. Makadari itu akiologi disebut dengan teori nilai. Aksiologi juga dimaknai sebagai studi tentang manfaat akhir dari segala sesuatu. Suriasumantri menyimpulkan bahwa aksiologi sebagai bagian dari kajian filsafat ilmu tentang kegunaan dan penggunaan ilmu dengan kaedah moral dan hubungan antara prosedur dan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral dan profesional (Ja’far, 2016: 110).

Dilihat dari aspek etika akademik, nilai-niali luhur tasawuf dapat menjadi landasan etis seorang ilmuwan dalam pengembangan sains dan teknologi. Konsep al-maqamat dan al-ahwal dapat menjadi semacam etika profesi seorang saintis sebagai ilmuwan Muslim. Misalnya, seorang saintis Muslim sebgaimana ilmuwan klasik, harus menampilkan kehidupan sufistik seperti sikap zuhud, warak, sabar, tawakkal, cinta, fakir, dan rida dalam menjalankan kegiatan akademik maupun dalam kehidupan sosialnya itulah yang harus dimilki seorang saintis Muslim (Ja’far, 2016: 110).

Daftar Pustaka :
 Ja’far. 2016. Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoritis Dan Praktis Ajaran Kaum Sufi. Medan: Perdana Publishing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar